KILAS PMI SEPEKAN: Seorang TKI Memberi Kabar Setelah 11 Tahun Menghilang Hingga TKI Dibui Setelah Menganiaya Anak Majikannya.

Jakarta, IGW News Seorang tenaga kerja indonesia (TKI) asal Majalengka bernama Endah Suhertini akhirnya ditemukan keberadaannya setelah tak memberikan kabar ke keluarganya selama sebelas tahun. Lalu polisi tangkap 43 pekerja migran Indonesia (PMI) ilegal di Tanjungbalai, Sumatera Utara. Satu di antaranya kedapatan membawa narkoba jenis sabu. Setelah itu ada seorang TKI di Taipei yang dibui 7,5 Tahun setelah menganiaya anak majikannya. Berita di atas menjadi catatan sepekan terkait pekerja migran Indonesia baik di dalam maupun di luar negeri. Berikut rangkumannya.**

Seorang TKI Mengirimkan Titik Lokasi Dirinya Disekap Setelah Sebelas Tahun Tak Ada Kabar

Endah Suhertini Binti Kusna yang merupakan tenaga kerja Indonesia (TKI) asal Majalengka sudah tak memberikan kabar selama sebelas tahun sejak tahun 2008. Setelah penantian lama, keluarga Endah mendapatkan pesan singkat terkait kabar Endah di Arab Saudi. Endah juga memberitahukan bahwa dirinya selama ini disekap oleh majikannya dan tak diizinkan untuk berhubungan dengan dunia luar.

Ketua Forum Komunitas Keluarga Buruh Migran Indonesia (KKBM) Majalengka Ida Neni Wahyuni  menjelaskan bahwa telah mendapat informasi terkait tindakan semena-mena oleh majikan yang dihadapi Endah. Ida menambahkan bahwa Endah mengirim pesan singkat pada Mei lalu dan memberikan keterangan dirinya disekap, bahkan untuk mengirim pesan harus menyelinap menggunakan ponsel sopir majikannya asal India untuk mengirimkan lokasi keberadaannya.

Endah sempat mengirimkan koordinat tempatnya berada dan diketahui dia berada di Kota Khamis Mushait. KKBM merespons cepat setelah mendapatkan kabar keberadaan Endah dan akan berkoordinasi dengan cepat sebelum keberadaannya berpindah lagi. Informasi yang didapat dari anak Endah telah dilaporkan ke pemerintah pusat melalui Badan Nasional Penempatan dan Perlindungan Tenaga Kerja Indonesia (BNP2TKI).**

TKI DI Taipei Dibui 7,5 Tahun Setelah Menganiaya Anak Majikannya

Seorang Tenaga Kerja Indonesia (TKI) terpaksa harus mendekap di bui selama 7,5 tahun setelah mendapat vonis bersalah dari Pengadilan Distrik Taipei, Taiwan atas tindakannya menganiaya seorang bayi majikannya hingga meninggal dunia.

Dikutip dari Channel News Asia, Selasa (23/7), Hakim, dalam persidangan menyatakan Ekasari mengaku tiga kali menganiaya dengan cara memukul bayi sang majikan pada 9 Desember 2018. Alasan Ekasari melakukan itu agar si bayi berhenti menangis. Sekitar pukul 02.00 waktu setempat, Ekasari membangunkan sang majikan dan menyatakan bayi itu muntah-muntah dan kejang-kejang. Sang orang tua kemudian melarikan bayinya ke Rumah Sakit Wanfang, tetapi tidak tertolong.

Bayi tersebut diketahui mengalami gegar otak dan pecah pembuluh darah di belakang retina mata yang memicu kematian. Hasil itu didapatkan setelah tim medis melakukan analisa Post Mortem. Orangtua korban kemudian menginterogasi Ekasari dan dia akhirnya mengakui perbuatannya. Mendengar keterangan tersebut lantas membuat orang tua korban melaporkan tindakannya dan pada akhirnya dia ditangkap polisi setempat.

Dalam pemeriksaan lanjutan, Polisi juga menemukan bukti bahwa Ekasari juga sudah melewati batas tinggal (overstayed) dan visa kerjanya juga kedaluwarsa. Dia bekerja dengan majikannya sejak akhir tahun lalu dan digaji NT$ 14 ribu (sekitar Rp 6,3 juta) per bulan. Hakim memutuskan Ekasari tetap ditahan dan akan dideportasi setelah selesai menjalani masa hukuman. Namun, pengadilan menyatakan dia bisa mengajukan banding atas putusan itu.***

Reporter : Satrio Nugroho  Editor : Harsen Roy Tampomuri

Harsen Roy Tampomuri

Read Previous

Inilah Sejumlah Program Menarik Komunitas Anak TKI

Read Next

Ketua DPR: Pemerintah Harus Cegah Penyaluran Pekerja Anak ke Luar Negeri

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *