20 Artikel Terbaik Lomba Menulis Kebangsaan Yang Diadakan PWI Pusat

Jakarta, IGW News – Artikel karya wartawan Republika Selamat Ginting dan Wakil Rektor I IAILM Pesantren Suryalaya Tasikmalaya Asep Salahudin memenangi lomba Menulis Kebangsaan yang diselenggarakan Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Pusat bekerja sama dengan Inspirasi.co.

Artikel karya kedua orang tersebut mendapatkan nilai tertinggi dari seluruh lima juri lomba penulisan dalam rangka memperingati HUT Ke-74 Kemerdekaan RI itu. Tulisan Ginting berjudul “Ruang Publik Manusiawi Bersyariah” terbit  di Harian Republika Edisi 12 Mei 2019. Adapun Asep Salahudin menulis dua artikel, yakni “Trajektori Politik Kebangsaan” yang dimuat di Harian Kompas dan “NKRI Bersyariah dan Politik Kewargaan” yang dimuat di Media Indonesia. Dua artikel Asep tersebut meraih nilai tertinggi dan dewan juri memutuskan satu artikel, yakni “NKRI Bersyariah dan Politik Kewargaan” yang meraih juara atau pemenang pertama.

Para Juri Lomba Menulis Kebangsaan yang diselenggarakan oleh PWI Pusat sedang mengadakan penjurian terhadap 188 artikel yang masuk ke panitia. Para peserta dari kalangan wartawan dan masyarakat umum, termasuk dosen, mahasiswa, pengamat, aparatur sipil negara, profesional, aktivis organiasi, tokoh masyarakat, dan ibu rumah tangga. (Ist)

Selamat Ginting dan Asep Salahuddin adalah dua dari 20 pemenang lomba penulisan kebangsaan hasil kerja sama Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) dengan Inspirasi.co. Tulisan mengambil tema dari artikel berjudul “NKRI Bersyariah atau Ruang Publik yang Manusiawi” yang ditulis oleh konsultan politik Denny JA. Lomba penulisan semula berlangsung 1 Januari-15 Februari 2019 tetapi kemudian diperpanjang hingga akhir Juli 2019.

Dewan juri dalam lomba penulisan kebangsaan ini ada lima orang. Mereka ialah Ketua Umum PWI Atal S Depari (sebagai ketua dewan juri) beserta empat anggota juri lainnya, yaitu pakar komunikasi Dr Rully Nasrulah, pengurus Majelis Ulama Indonesia (MUI)  M Cholil Nafis, Lc., MA., PhD, Wakil Sekjen PWI Suprapto, dan wartawan senior Nurcholis MA Basyari.  

“Dewan juri setelah bekerja mulai awal Agustus sampai hari ini, akhirnya sepakat untuk memilih 10 artikel dari kategori wartawan dan 10 artikel dari kategori umum sebagai pemenang penulisan artikel kebangsaan. Ke depan, PWI akan terus mengampanyekan semangat kebangsaan melalui berbagai tulisan demi kemajuan Indonesia. Lomba penulisan ini adalah bagian dari upaya PWI dalam merawat semangat kebangsaan tersebut,” ujar Atal S Depari, Jumat (16/8/2019).

PWI Jembatan Dialog Kebangsaan

Lomba penulisan artikel yang diikuti peserta dari berbagai kalangan itu merupakan upaya PWI untuk menjadi organisasi kaum intelektual yang menjembatani dialog tentang berbagai isu kebangsaan. Lomba-lomba seperti ini diharapkan mampu melahirkan wartawan maupun penulis-penulis hebat yang karyanya bisa menjadi rujukan para pengambil keputusan di negeri ini. Selain itu, dengan adanya hadiah, lomba semacam ini sekaligus sebagai upaya untuk meningkatkan kesejahteraan para wartawan dan masyarakat.

Berdasarkan data di panitia lomba, jumlah naskah yang masuk 188 artikel yang berasal dari kelompok atau kategori wartawan dan kategori umum. Para penulis itu berasal dari berbagai kalangan, seperti dosen, pengurus organisasi kepemudaan, aktivis sosial, guru, masyarakat biasa, pengurus organisasi keagamaan, masyarakat biasa, penulis lepas, dan wartawan.

Lomba penulisan artikel kebangsaan ini dibagi dalam dua kategori, yaitu kategori wartawan dan kategori umum. Artikel karya wartawan dan masyarakat umum wajib dipublikasikan, baik di media arus utama atau media berbasis jurnalistik maupun media non-jurnalistik atau media jejaring sosial. Para pemenang mendapatkan piagam penghargaan dan hadiah berupa uang

Daftar Lengkap Pemenang dan Hadiah

Nurcholis Basyari

Read Previous

Aqua: PWI Peduli Perlu Rangkul Wartawan Senior Untuk Sukseskan Program Sosial

Read Next

Surya Paloh Minta Pemerintah Untuk Melindungi PMI di Hong Kong

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *