Kuwait, Negara Kaya Minyak Yang 70% Penduduknya Ekspatriat

KUWAIT atau Dawlat al-Kuwait merupakan satu emirat kecil yang posisinya terletak di antara Irak dan Arab Saudi. Secara geografis negara kecil itu berada di bagian salah satu gurun paling gersang dan tidak menarik di bumi. Meskipun demikian, Kuwait merupakan negara penghasil minyak yang kaya raya dengan gedung-gedung pencakar langit menjulang tinggi menghiasi kotanya.

Foto: www.arabnews.com

Dinar Kuwait merupakan mata uang dengan nilai kurs tertinggi di dunia. Bahkan, terhadap dollar AS dan euro sekalipun, dinar Kuwait masih tetap unggul. Kekayaan negara ini begitu besar hingga negara-negara Arab lainnya bergantung pada Kuwait sebagai sumber dana untuk pembangunan ekonomi mereka. Sebelum ditemukan minyak di wilayah Kuwait pada 1937, mayoritas penduduk Negara itu hidup di bawah garis kemiskinan. Pendapatan utama penduduk Kuwait hanyalah dari hasil penangkapan ikan ataupun mutiara. Setelah ditemukan minyak, Kuwait berubah menjadi salah satu negara berpendapatan per kapita tertinggi di dunia.

Terletak di pesisir Teluk Persia, Semenanjung Arab, Kuwait adalah salah satu negara terkecil di dunia dalam hal luas wilayah yang hanya 17,818 km2 atau sekira setengah dari luas Provinsi Jawa Barat. Hampir semua wilayah negara ini datar, bergurun pasir dengan bukit-bukit kecil dan memiliki iklim yang ekstrim. Pada musim panas suhu bisa mencapai 50oC, sedangkan di musim dingin suhu bisa turun hingga 0oC. Di antara kedua musim tersebut ada musim peralihan yang suhunya berkisar antara 20 – 30oC.

Kuwait dihuni oleh ragam etnis dan bangsa. Mayoritas penduduk Kuwait (sekira 70%) ialah ekspatriat yang bekerja di berbagai sektor di neara kaya minyak itu. (Foto: www.arabtimesonline.com)

Pada 1937, US-British Kuwait Oil Company menemukan salah satu cadangan minyak terbesar di dunia. Tambang ini dianggap sebagai ladang minyak tunggal terkaya di dunia. Namun karena pada saat itu dunia tengah dilanda Perang Dunia II, eksplorasinya baru dilakukan pada 1951. Setahun kemudian, Kuwait menjadi negara pengekspor minyak terbesar di wilayah teluk Persia. Negara ini sangat kaya cadangan minyak dan gas alam. Cadangan minyak yang sudah diketahui mencapai 96,8 miliar barel atau 10% cadangan dunia, nomor empat di dunia. Deposit gas alamnya mencapai 1,498 triliun M3 atau 1,1% deposit gas alam dunia.

Minyak merupakan sumber utama pendapatan keuangan dan penyokong ekonomi nasional Kuwait. Komoditas ekspor utamanya ialah minyak bumi (95%), gas alam, dan produk industri kimia. Tidak heran bila pendapatan per kapitanya mencapai 71.300 US Dollar, sedangkan pendapatan domestik bruto nominal senilai US$301.1 miliar.

Bekas jajahan Inggris (1899-1961) itu menyedot perhatian dunia ketika pada 1990 pasukan Irak menyerbu yang kemudian memicu Perang Teluk Persia pada 1991. Pasukan koalisi PBB yang dipimpin Amerika Serikat membebaskan negara ini pada 27 Februari 1991. Sejak 29 Januari 2006, Kuwait di bawah pemerintahan Amir Sabah Al-Ahmad Al-Jabir Al-Sabah. Sistem pemerintahan yang dianut Kuwait ialah monarki konstitusional, yaitu sistem pemerintahan yang kepala negaranya adalah seorang Sultan atau Raja (Emir) yang dipilih seumur hidup oleh anggota keluarganya. Adapun kepala pemerintahannya ialah perdana menteri yang ditunjuk oleh Emir.

Data resmi terbaru dar Kuwait Public Authority fo Civil Information per Desember 2018, penduduk Kuwait sebanyak 4.621.638 orang. Perinciannya, 1.403.113 (30,36%) warga negara Kuwait dan 3.218.525 (69,64%) WNA. Penduduk Kuwait beragam dan toleran. Sebagian besar adalah muslim, namun Kuwait juga memiliki komunitas besar orang Kristen ekspatriat, hHndu, Budha, dan Sikh. Bahasa resmi Kuwait ialah Bahasa Arab standar modern, tetapi penggunaan sehari-harinya terbatas pada jurnalisme dan pendidikan. Dalam kehidupan sehari-hari, yang sering digunakan ialah Bahasa Arab Kuwait.

Peluang Kerja di Kuwait

Hubungan bilateral Indonesia-Kuwait yang dijalin sejak 28 Februari 1968 secara umum berjalan baik dan meningkat. Kunjungan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono ke Kuwait pada 29-30 April 2006 dan kunjungan mantan PM Kuwait Sheikh Nasser Al Mohammad Al Ahmad Al Sabah ke Indonesia pada 30 Mei – 1 Juni 2007, dinilai sebagai capaian sejarah baru dalam peningkatan hubungan bilateral. Hubungan difokuskan pada sektor ekonomi dan perdagangan, terutama pada energi (minyak) dan sumber daya manusia (buruh migran).

Paguyuban Perawat Indonesia yang bekerja di Emergency Medical Services Kementrian Kesehatan Pemerintah Negara Kuwait
(Foto: https://emsik.wordpress.com)

Saat ini, jumlah kasus pekerja migran Indonesia (PMI) di Kuwait menurun siginifikan. Hal ini tidak terlepas dari makin baiknya peran shelter tempat perlindungan bagi PMI di luar negeri hasil kerja sama dari berbagai pihak, seperti Kemenaker, Kementerian Luar Negeri, dan Badan Nasional Penempatan dan Perlindungan Tenaga Kerja Indonesia (BNP2TKI). Berdasarkan data resmi Pemerintah Kuwait pada 1 Juni 2017, jumlah PMI formal terus meningkat. Adapun jumlah PMI nonformal terus berkurang. Jumlah PMI yang ada di Kuwait mencapai 5.865 orang, terdiri atas 2.100 orang PMI formal dan 3.765 PMI nonformal.

Kementerian Ketenagakerjaan (Kemenaker) membuka peluang peningkatan pengiriman PMI sektor formal dan profesional untuk penempatan di Kuwait. Permintaan terhadap PMI memang terus meningkat dari tahun ke tahun. Berdasarkan data Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) di Kuwait, sektor kesehatan paling tinggi permintaannya, diikuti sektor hospitality, manufaktur, transportasi, konstruksi dan otomotif. Peluang kerja di Kuwait masih sangat besar dan terbuka. Pasalnya, hampir 70% populasi di Kuwait merupakan pekerja migran yang di antaranya berasal India, Mesir, Filipina, dan Srilanka. Jumlah PMI profesional di Kuwait tercatat masih sangat sedikit, yaitu kurang dari 7.000 orang dari total 2,6 juta pekerja asing. Tingginya kebutuhan PMI formal dan professional di Kuwait harus diantisipasi dengan penyediaan PMI berkualitas yang punya kompetensi dan keterampilan kerja sesuai dengan posisi yang dibutuhkan.

KEDUTAAN BESAR REPUBLIK INDONESIA DI KUWAIT CITY, KUWAIT
Daiya Blok 1 Rashed Ibn Ahmed Al-Roumi Street, Building No 2
Telpon : (+965) 2253 1021/25, Hotline : (+965) 9720 6060
SMS :  (+965) 2253 1024
e-mail  : kuwait.kbri@kemlu.go.id

Lita Pantouw

Read Previous

Operasi Katarak dan Sunatan Massal di Rejang Lebong, Rektor Universitas Yarsi Apresiasi PWI Peduli

Read Next

Operasi Katarak Bangkitkan Asa Hasan Dapat Kembali Baca Qur’an

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *