Kepala BP2MI: Shelter Harus Layak Untuk PMI

Tangerang, IGW News – Indonesia memperingati tanggal 1 Mei sebagai hari buruh, pada Hari buruh yang jatuh pada hari Jumat (01/05/2020), oleh pemerintah Indonesia dilakukan upaya pemulangan PMI yang ada di Brunei Darussalam sebanyak 98 orang dan dari Aljazair 189 orang.

Pada waktu yang sama Kepala Badan Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (BP2MI) Benny Rhamdani  melakukan kunjungan ke tempat transit para PMI yang ada di Tangerang. Benny juga dengan tegas mengatakan harus adanya penyedian tempat transit yang benar-benar layak bagi PMI. Menurutnya, hal tersebut merupakan salah satu bentuk nyata dari perlindungan pemerintah untuk PMI.

“Dari tren gelombang  pemulangan PMI pada masa Covid-19 ini, BP2MI memiliki shelter yang terbatas. Untuk itu, shelter untuk PMI harus layak. Kita sudah meminta ke Kementerian Sosial agar bisa memakai RPTC (Rumah Pelindungan Trauma Center) untuk menampung PMI sementara sebelum pulang daerah asalnya,” tegas Kepala BP2MI sebagaimana dikutip IGW News dari rilis resmi BP2MI, Tangerang (01/05/2020).

Benny juga mengatakan bahwa dia telah bertemu Menteri BUMN dalam penyediaan moda transportasi DAMRI untuk mengantar para PMI sampai ke tujuan pemulangan mereka di daerah masing-masing. Disampaikan juga bahwa sudah ada sekitar 123 ribu pemulangan PMI baik yang secara mandiri ataupun melalui pendataan daring. BP2MI sudah menyesuaikan dengan standar dari World Health Organization (WHO) terkait protokol kesehatan dan kepulangan PMI.

Menurut Benny, saat pandemi Covid-19 Malaysia menempati angka tertinggi dalam pemulangan PMI seiring diterapkannya kebijakan lockdown  di negara tersebut. Sebagian PMI ada yang sudah pulang tapi ada juga yang masih bertahan karena lokasinya  jauh dari ibu kota.

“Saat ini, yang sangat mendesak adalah kebutuhan logistik untuk mereka. Ini kewenangan perwakilan. Namun, kita tetap koordinasi dengan perwakilan  agar tetap bisa memenuhi kebutuhan logistik mereka,” jelasnya.

Kepala BP2MI juga langsung berbincang dengan PMI yang pulang dari Hong Kong. Kepada PMI, Benny menyarankan untuk mendaftar Kartu Pra Kerja ketika sudah tiba di kampung halaman. Dia menyampaikan bawah dalam program kartu prakerja terdapat pembiayaan, pelatihan serta program  kewirausahan. Semuanya gratis dan bisa menghubungi UPT BP2MI di daerah bila mengalami kesulitan. (ds)

Editor: Harsen Roy Tampomuri

Harsen Roy Tampomuri

Read Previous

597 WNI di Luar Negeri Positif COVID-19 dan 179 Sembuh

Read Next

Pemberian Bantuan Logistik KBRI Panama Untuk Para WNI

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *