Letjen TNI Doni Monardo Instruksikan Grup Lion Air Ketat Terapkan Protokol Kesehatan

Jakarta, IGW News – Insiden membludaknya antrean penumpang di Terimnal 2 Bandara Soekarno-Hatta (Soetta) Tangerang, Banten, membuat Kepala Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Letjen TNI Doni Monardo gusar. Mantan Komandan Jenderal (Danjen) Komando pasukan Khusus (Kopassus) TNI AD itu meminta Lion Air Group menerapkan protokol kesehatan secara ketat.

Merespons insiden penumpukan antrean penumpangan di tengah pandemi Covid-19 dan penerapan kebijakan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) yang terjadi Kamis (14/5/2020) itu, Doni menggelar pertemuan dengan manajemen Grup Lion Air, Jumat sore (15/5/2020) di Graha BNPB lantai 10 Jalan Pramuka no 38 Jakarta Timur. Dari manajemen Lion Air, hadir Managing Director Lion Group Capt Daniel Putut Kuncoro Adi dan Direktur Safety Wings Air Capt Iyus Susianto. Pakar komunikasi Aqua Dwipayana, yang biasa membantu Doni Monardo, turut hadir.

TEGUR LION AIR – Kepala Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Letjen TNI Doni Monardo (paling kana) berbicara dengan manajemen Grup Lion Air, didampingi pakar komunikasi Aqua Dwipayana (nomor dua kanan) di Lt 10 Graha BNPB Jakarta Timur, Jumat (15/5/2020). Doni menegur Lion Air dan menginstruksikan agar memperketat penerapan protokol kesehatan dalam melayani penumpang di bandara.

“Mari semua pihak bersama-sama secara disiplin melaksanakan imbauan pemerintah. Dengan cara itu kita bisa memenangkan perang melawan Covid-19,” kata Doni Monardo yang juga Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) dalam pertemuan itu.

Menurut Aqua, Daniel dan Iyus tampak serius menyimak semua yang disampaikan Doni. Mereka bertekad melaksanakannya sebagai wujud dukungan Lion Group kepada pemerintah.

Doni berharap maskapai penerbangan lainnya juga menerapkan protokol kesehatan secara ketat agar insiden berjubelnya antrean penumpang tidak terulang kembali, bukan hanya di Terminal 2 Bandara Soetta melainkan juga di bandara lainnya di seluruh Indonesia.

Sebelumnya, pada Kamis (14/5/2020) malam, Doni menggelar pertemuan secara daring (online) dengan para pihak terkait, termasuk perusahaan penerbangan, guna membahas kecerobohan yang terjadi di Bandara Soetta pada pagi sebelumnya itu. Pertemuan tersebut membicarakan evaluasi dan rencana perbaikan agar kecerobohan tersebut tidak terulang kembali.

Doni meminta agar Lion Air Group dan maskapai penerbangan lainnya jadwal penerbangan mereka jangan berdekatan. Hal itu guna mencegah terjadinya penumpukan antrean penumpang di bandara.

Sektor transportasi, termasuk penerbangan, termasuk yang sangat terdampak oleh pandemi Covid-19. Dalam situasi wabah korona itu, rata-rata isian penumpang hanya berkisar 30% dari kapasitas tempat duduk di pesawat. Padahal, biasanya, menjelang Lebaran Idhul Fitri, sektor transportasi termasuk yang panen penumpang.

Lion Tawarkan Bantuan ke Gugus Tugas

Pada kesempatan itu, Daniel mewakili Lion Group menawarkan bantuan ke Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19. Bantuan yang ditawarkan berupa tranportasi yang terkait dengan urusan Gugus Tugas dan BNPB. Mereka siap membantu memenuhi kebutuhan transportasi udara pada rute-rute yang selama ini diterbangi pesawat Lion Group.

“Silakan sewaktu-waktu Pak Doni kontak kami jika membutuhkan transportasi. Kami siap membantu kelancaran aktivitas Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 dan BNPB,” ungkap Daniel.

Pertemuan tersebut diakhiri dengan ajakan Doni kepada tamunya dan sejumlah lainnya untuk buka puasa bersama. Lima menit menjelang adzan Magrib, Doni mengajak Daniel dan Iyus pindah ke ruangan rapat agar Doni dan mereka yang berpuasa dapat berbuka bersama.

“Pak Daniel dan Pak Iyus mari kita pindah ruangan. Persiapan buka puasa,” ajak Doni ke Daniel dan Iyus sambil beranjak ke ruangan rapat.

Sebelum pamit, Daniel menyerahkan miniatur pesawat Batik Air dan Lion Air ke Doni sebagai kenang-kenangan. Mereka sekaligus foto bersama. “Makasih banyak Pak Doni untuk waktu dan semua diskusinya. Kami akan kontak Bapak jika ada hal-hal yang perlu kami konsultasikan terkait dengan Covid-19,” pungkas Daniel.

Nurcholis Basyari

Read Previous

KBRI Sofia Prioritaskan Lindungi WNI

Read Next

Inilah yang Terjadi Jika Pandemi Virus Korona Tidak Kunjung Berakhir

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *